Sebelum Aku Lelap

Masih memandangi layar komputer jinjing, pancaran sinarnya membuatku mataku sakit.
Terlalu lama, harus diakhiri saat ini juga. Lagipula kedua jendela jiwa ini sudah terseok-seok.
Sebelum aku tidur, hanya ingin membuat catatan sederhana, bukti bahwa aku masih ada pada hari Senin ini tanggal 28 Februari 2011 pada jam,menit dan detik yang bisa dilihat hingga postingan ini kubuat.
Sebelumnya aku minta maaf untuk diriku sendiri bahwasanya baru hari ini aku bisa menepati janji untuk membuat catatan ini. Terlalu lama menunda, pun mata ini juga berunjuk rasa karena aku tak urung jua lelap. Baiklah, kupersingkat catatan ini.
Kepada DIA, yang (masih) kusayangi aku hanya ingin berkata bahwa aku ingin kau bertandang ke mimpiku malam ini. Sungguh aku rindu padamu, Arjuna.
Kepada Ayah dan Ibu, terima kasih untuk hari ini. Kalian orang tua tiada taranya.
Untuk Adik-adikku yang nakal, tawa dan senyummu cerahkan hariku.
Terakhir, untuk Bapa di Surga Puji dan Syukur kupanjatkan ke hadiratMu atas hari ini dan penyelenggaraanmu.
Nyanyian alam semesta mengiringiku kembali ke peraduan.
Masih kudengar meski samar, "Bagaimana nasib anak ini besok?".
Sebelum aku lelap, aku seperti mengenal suara indah nan agung itu.




07.50
Stella Chrisfanny
,
