Desember Datang Lagi

Selalu ceria sekaligus sesak bila Desember datang.

Desember terkait dengan ulang tahunku, Natal juga akhir tahun. Desember selalu buatku berseri-seri. Entah ada kejutan apalagi dibulan ini, ditahun ini. Tahun lalu, Desember jadi awal gerbang kisah petualanganku. Akankah terulang kembali? Siapa yg tahu :)
Pada tanggal 1 Desember ini bertepatan pula dengan hari AIDS sedunia.
Entahlah, bagiku Desember selalu menyimpan pesona tersendiri.

Desember tahun ini usiaku genap 22 tahun, menurut buku The Highest Tide yang dikarang Jim Lynch terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU), tokoh utama yaitu bocah bernama Miles begitu terpesona pada sosok (lupa namanya) seorang wanita yang memulai Lentera Jiwanya pada umur 22 tahun. Sejak membaca kalimat itu, aku memposisikan diri sebagai wanita 22 tahun itu. Aku harus bisa mengikuti lentera jiwaku, kataku dalam hati. Bukan waktu,keadaan, orang lain yang mengatur hidupku tetapi AKUlah pengendali hidupku.
Sesungguhnya tiap kata begitu bermakna apabila kita menghayati dan "menghidupinya".
Ubahlah pola pikir dan sudut pandangmu, Stella dan kau akan mampu mengubah dunia.
Tetap rendah hati karena diatas langit masih ada langit yang dikuasai DIA.
Impianku tak muluk-muluk, semoga petualanganku bertambah, bahagiakan banyak orang.
Orang lain tersenyum maka aku tertawa :D




_postingan pertama di bulan Desember_

Perusahaan TUTI (TUkang TIpu)

Niatnya mau cari kerja buat nambah uang jajan dari seminggu yang lalu sampai bilang ke mama.

Rabu kemarin iseng baca lowongan kerja di koran,
lalu aku menemukan kolom ini

Bisa P/F. Time, Input Dt Ktr
1jt-8jt bsComp word/excel
Sms Nm, Usia 92XX 93XX


*CRRRIIINNGGG*

Cepat sekali Tuhan menjawab doaku, dengan hati gembira dan muka cerah kuketiklah nama dan usia lalu kutekan tombol kirim ke nomor tersebut. Pesan terkirim, hati senang. Kemarin malam hati rasanya tak tenang ingin rasanya malam segera berganti pagi.
Esoknya, nomor tak terdaftar di daftar kontak HP memanggil dengan penuh keyakinan bahwa yang menelpon adalah perusahaan kemarin, kuterima panggilan tersebut. Suara perempuan menyapa dan menyebut namaku. Kemudian si mbak memperkenalkan diri dari perusahaan XXX mengundangku untuk datang besok ke salah satu Tower perusahaan asuransi terkemuka di daerah Sudirman. Saat itu aku dalam bisa yang menuju kampus. Senang rasanya, semua terasa indah dilihat.
Selama UTS tadi sore pikiran sudah tidak fokus, terbayang kerjaanku besok sampai tersenyum sendiri membayangkan gaji untuk diapakan, melamun jauh. Sampai dirumah tadi sebelumnya mampir ke warung untuk membeli kertas folio untuk menulis surat lamaran dan riwayat hidup.
Aku mencari foto juga ditumpukan buku untuk dilampirkan bersama surat lamaran, sebelumnya sempat panik saat CD Foto tak kutemukan tapi setelah mengerahkan naluri detektifku, foto itu ditemukan juga. Sekarang tinggal melampirkan fotokopi KTP, teringat ada didalam kantung uang saat kubentangkan, fotokopi KTP sudah lusuh dan robek. Demi kerja, kukeluarkan sepeda menuju toko fotokopi.
Lengkap sudah berkas-berkas lamaran sekarang tinggal melihat lokasi menara tempat perusahaan tersebut sekalian contoh lamaran di Internet. Ketik kata kunci di mesin pencari Google, tak sengaja kubaca page Facebook perusahaan tersebut yang menuding Penipu. Langsung kuklik link tersebut.

Terpujilah Allah Bapa di Surga, Kemuliaan bagi nama-Nya.

Kubaca diskusi di halaman Facebook tersebut ternyata perusahaan yang akan kudatangi besok adalah perusahaan yang tidak konsekuen dengan apa yang ditulis di koran. Ditulisan lowongan yang kucetak biru diatas menuliskan bahwa posisi yang ditawarkan adalah penginput data (data entry) namun dari diskusi antara mantan-mantan pelamar. Perusahaan tersebut akan mempekerjakan calon pelamar sebagai pencari nasabah untuk menginvestasikan uangnya di perusahaan ini. Untunglah aku sempat mencari info terlebih dulu jika tidak entahlah bagaimana nasibku besok. Terima kasih teknologi, terima kasih Google, terima kasih bagi orang yang membuat halaman Facebook tersebut, terima kasih teman-teman calon pelamar atas cerita pengalamannya terakhir
terima kasih Tuhan, mungkin belom jodohku untuk bekerja namun aku tetap berharap dan berusaha untuk mencari lagi.


NB: Jadi, bagi para calon pelamar yang melihat lowongan kerja di koran, carilah perusahaan yang bonafit dan cek dulu mengenai riwayat perusahaan yang dilamar.

powered by Blogger WordPress by X file