Insiden Warteg Biru (lagi)

Masa iya kejadian yang sama terulang kembali...ckckkck.

Sesak nafas bila kuingat-ingat lagi kejadian kemarin dan setahun silam.
Kenapa harus bersama orang yang hampir (hobi, wajah, tabiat) serupa. Ya Tuhan, inikah yang namanya hukum tarik-menarik. Jika memang menurutmu ini tidak benar mengapa aku harus mengalaminya untuk kedua kalinya kalaupun (mungkin) akhirnya 'kan berujung sama. Kata mereka aku tak mau buka hati dengan 'sesama'. Tunjukkan padaku bagaimana cara untuk mampu melihat 'sesama'. Dengan cara yang hampir sama, aku, dia dan dia (yang lain) seperti memasuki Warteg Biru bersama. Bisa gila bila lama-lama aku memikirkannya, yang ada aku hanya tersenyum geli. Dia yang pertama mencintai ketinggian dan dia yang baru mencintai kedalaman. Dan aku terjebak dalam ketinggian dan kedalaman. Aku sendiri yang menciptakannya.
Katakanlah aku bodoh!
Aneh, hanya itu yang bisa kukatakan.
Yang jelas sahabatku melarang aku untuk tak terjebak lagi dalam kemelut ini. Ia berkata aku harus TEGAS, harus punya PRINSIP, TEGASkan hatimu.

0 Response to "Insiden Warteg Biru (lagi)"

powered by Blogger WordPress by X file