Tak Hanya Melulu Tentang Uang

Hari ini ngamen lagi di Lapo Senayan.

Lumayan ada yang ngasih 100ribu. Nyanyi sampe suara serak, saking mau ngalahin penyanyi Batak yang pakai alat pengeras suara. Awalnya, sepi tidak ada yang memberi tetapi setelah kita menyanyikan lagu-lagu dari Puji Syukur penuh semangat, rupiah perlahan-lahan mulai memenuhi kardus. Ada yang pernah bilang bahwa menyanyi adalah dua kali lipat dari DOA, makdarit kami menyanyi dengan kesungguhan hati tanpa memperhitungkan lagi apakah ada yang memberi atau tidak yang pasti kami "bernyanyi". Termenung, kuberkata dalam hati, "begini ya rasanya jika kita meminta tapi tak ada yang memberi, diacuhkan." Lalu, aku membandingkan saat posisiku menjadi orang yang diminta, begitu melihat pengamen jelas aku ingin ia menyanyikan dengan semangat.
Selama ini aku menemukan para pengamen banyak tipe, ada yang asal nyanyi, menyanyi membelakangi penumpang, suara dibuat berlebihan, padahal menurutku biarpun suaranya datar asal ia menyanyikan dengan penuh sukacita, dengan sendirinya melodi-melodi itu akan menembus dinding manusiawi setiap orang.
Bukannya melulu mengharap imbalan namun apabila segala yang kita kerjakan dengan tuntas dan melampaui dari prosedurnya, niscaya segala yang kita minta itu semua akan ditambahkan.
Mari, bernyanyi dengan sukacita :)

0 Response to "Tak Hanya Melulu Tentang Uang"

powered by Blogger WordPress by X file