Sudahlah, sayang
Sudahlah, sayang...
relakan, ikhlaskan, meski tak sanggup tapi kau harus tega. Ini demi kebaikanmu sendiri, siapa suruh kau terlanjur sayang padanya?
Saat ini pikiranku buntu, kata-kata positif tak mempan dinalarku. Cinta, hal yang sulit kumengerti. Mengapa kita dipertemukan jika akhirnya hanya kepahitan yang diterima.
Hari ini aku puas menumpahkan segala gejolak yang dihati akibat mencintaimu kepada temanku. Sakit rasanya mengenang kembali masa-masa indah dulu. Senyum jenaka terhapus mendung air mata. Ternyata, akhirnya pedih. Bisakah kau sedikit saja mengerti perasaanku? Cinta dan sayang tak perlu kau ragukan, ketulusan kudapat. Menjadi kekasihmu adalah suatu hal yang teramat mewah bagiku, bagiku kau sulit kuraih. Yang kubutuhkan hanya kejelasan darimu. Jika cinta katakan cinta jika tidak, katakan dengan lantang kau tak cinta. Tak perlu gentar, kau kan lelaki. Seharusnya dari awal tak perlu kau biarkan kelopak cinta ini merekah, biarkan saja membusuk seperti sediakala.
(sekali lagi ku katakan, nalarku sedang menyangkal optimis)
Kau salah apabila kau pikir aku kuat dan rela menghadapi semua ini, aku masih 'terluka' akan sikap plin-planmu. Kadang aku ingin mengambil belati dan membunuhmu (dalam mimpi).

09.52
Stella Chrisfanny
,

0 Response to "Sudahlah, sayang"
Posting Komentar