Gie, Dengarkanlah
Gie, Selamat Ulang Tahun
Stella Chrisfanny Nainggolan
Stella Chrisfanny Nainggolan
Stella Chrisfanny NainggolanGie, Selamat Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun, Stella Chrisfanny :)
" SEMUA BERAWAL DARI 22"
Kepala terasa penat!
Selalu ceria sekaligus sesak bila Desember datang.
Orang lain tersenyum maka aku tertawa :D
Niatnya mau cari kerja buat nambah uang jajan dari seminggu yang lalu sampai bilang ke mama.
Hunting kali ini aku lakukan sendiri, ternyata benar lebih efektif kala kita sendirian (kebetulan aku juga gadis soliter..hihihi)
Hari ini ngamen lagi di Lapo Senayan.
Masa iya kejadian yang sama terulang kembali...ckckkck.
Sudahlah, sayang...
Selamat hari Kebangkitan Nasional :)
Selalu merasa gak enak hati kalau minta duit sama orang tua.
Eng...ing...enggg............
Perlahan tapi pasti semua angan-anganku terwujud,
Sungguh tahun ini adalah tahun petualanganku. Tahun ini tahun kelinci menurut tradisi masyarakat Tionghoa. Aku adalah penggemar fanatik hewan bertelinga panjang itu, menarik kesimpulan bahwa tahun ini adalah tahun keberuntunganku....hahhahhaaa......
Awal Januari diberikan liburan sebulan gratis oleh pak Tua ke Makassar. Pantai Losari, Taman Nasional Bantimurung, Benteng Fort Rotterdam, Makam Sultan Hasanuddin, Wahana permainan mirip dufan (dunia fantasi) namun dalam ruangan, Trans Studio, Taman Bunga Malino, Pantai Bira (Bulukumba). Ada Bendungan di Makassar yang sangat menarik perhatianku namanya Bendungan Bili-Bili, menarik karena ucapan sepupuku, "Jika orang Jawa takut gunung Merapi meletus maka kami (orang Makassar) takut jika Bili-Bili jebol. Seluruh Makassar akan tenggelam." Bendungan ini terletak di dataran tinggi. Tempat wisata yang selama ini hanya dapat kulihat di majalah atau televisi, sudah kusambangi.
Akhir Februari, aku dan ketiga teman SMAku menjejakkan kaki di kota Gudeg. Sebenarnya ini kunjunganku yang kedua kalinya ke Jogjakarta. Kami berempat mengunjungi Malioboro (tentunya), Keraton, Alun-alun, Taman Sari, pantai Parangtritis. Kami juga dua kali mencicipi menu yang disajikan di House Of Raminten di Kotabaru. Tempat makan yang asik, dari segi interior, ada musik pengiring dan keunikan para pelayannya, harga pun terjangkau.
Tanggal 8 sampai 10 April, aku berhasil berdiri di puncak Gunung Gede (2.958 m.dpl),
berkemah di Surya Kencana yang cantik beserta Edelweisnya yang merekah saat kami datang. Sungguh terharu jika memikirkannya, kesabaran dan anganku yang terus membara membayangkan kapan aku bisa merasakan, berada di semua tempat yang ingin kusambangi. Puji Tuhan Alleluya!
Lalu, hari ini rahmatNya melimpahiku lagi. Hari ini aku mencoba panjat di GOR Bulungan. Wawwwwwwwwwww........... selain ini karena anugerahNya, mau tak mau pun aku harus menyetujui kata-kata Rhonda Byrne dalam bukunya, The Secret mengenai Hukum tarik-menarik (Law of Attraction) di mana angan yang terus-menerus kita pikir dan ucapkan akan menjadi kenyataan.
Masih banyak rencana pelanconganku sampai Juli nanti yaitu mendaki Mahameru, jadi orang paling tinggi di pulau Jawa...hahaha. Saya tidak sabar menantinya.
Terima kasih Tuhan atas berkatMu ini.
"Andai aku memiliki Keberanian untuk mengungkapkan"

Masih memandangi layar komputer jinjing, pancaran sinarnya membuatku mataku sakit.
Terlalu lama, harus diakhiri saat ini juga. Lagipula kedua jendela jiwa ini sudah terseok-seok.
Sebelum aku tidur, hanya ingin membuat catatan sederhana, bukti bahwa aku masih ada pada hari Senin ini tanggal 28 Februari 2011 pada jam,menit dan detik yang bisa dilihat hingga postingan ini kubuat.
Sebelumnya aku minta maaf untuk diriku sendiri bahwasanya baru hari ini aku bisa menepati janji untuk membuat catatan ini. Terlalu lama menunda, pun mata ini juga berunjuk rasa karena aku tak urung jua lelap. Baiklah, kupersingkat catatan ini.
Kepada DIA, yang (masih) kusayangi aku hanya ingin berkata bahwa aku ingin kau bertandang ke mimpiku malam ini. Sungguh aku rindu padamu, Arjuna.
Kepada Ayah dan Ibu, terima kasih untuk hari ini. Kalian orang tua tiada taranya.
Untuk Adik-adikku yang nakal, tawa dan senyummu cerahkan hariku.
Terakhir, untuk Bapa di Surga Puji dan Syukur kupanjatkan ke hadiratMu atas hari ini dan penyelenggaraanmu.
Nyanyian alam semesta mengiringiku kembali ke peraduan.
Masih kudengar meski samar, "Bagaimana nasib anak ini besok?".
Sebelum aku lelap, aku seperti mengenal suara indah nan agung itu.
